Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 "Bekerja Bersama Untuk Mencegah Bunuh Diri 40 Detik Aksi"

Lampung Geh, Bandar Lampung - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Lampung bersama Mahasiswa Kedokteran Universitas Lampung menggelar aksi sosialisasi di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Kamis (10/10).

 

Ketua Komite Medik dan Kepala Bagian Diklat RSJD Provinsi Lampung, Dr. Tendry Septa mengatakan bahwa aksi sosialisasi ini sebagai bentuk upaya pencegahan bunuh diri di Indonesia.

"Menurut WHO Badan Kesehatan Dunia disebutkan bahwa setiap 40 detik itu ada bunuh diri, untuk data di Indonesia itu sendiri tidak terlalu banyak jumlahnya," ujarnya saat diwawancarai Lampung Geh usai aksi.

Menurutnya, kasus bunuh diri ini terjadi lantaran para korbannya sulit mengomunikasikan jika memiliki masalah pribadi.

"Cuma selama ini kasus bunuh diri di Indonesia itu merupakan suatu aib, sehingga orang sulit untuk komunikasikan kalau dia mau bunuh diri," papar dia.

Diharapkan, sambung dia, ke depan masyarakat bisa mendeteksi kemungkinan seseorang kalau akan bunuh diri. Karena bunuh diri itu bukan hanya gangguan jiwa tapi tanggungjawab masyarakat.

"Orang bunuh diri itu ada 2 faktor, orang dengan gangguan jiwa dan orang yang mempunyai masalah kejiwaan. Orang dengan gangguan kejiwaan biasanya tindakan yang dilakukan untuk bunuh diri itu ekstrim," ungkap dia.

Jika dengan cara melukai diri sendiri, masuk ke sumur, dan ada sebagian menggergaji kepala itu merupakan gangguan jiwa.

"Tapi lebih banyak orang dengan gangguan kejiwaan dalam lingkungan kita sehari-hari yang kemudian dia tidak mengomunikasikan ke siapa-siapa," bebernya.

"Jikapun mengomunikasikan kepada keluarganya, kadang keluarganya menganggap jika itu bukan masalah yang besar. Setelah bunuh diri itu terjadi baru keluarga itu sadar," imbuh Tendry.

Melalui cara sosialisasi ini, dia mengharapkan angka bunuh diri makin berkurang, baik dilakukan oleh anak-anak maupun dewasa.

"Kalau di Eropa itu ada persentasenya, karena menurut data WHO angka bunuh diri itu lebih besar dari angka kecelakaan. Di Indonesia ini sedikit dan terbatas, kita berharap jika mempunyai masalah itu mau menceritakan agar terselesaikan," pungkasnya.(*)

 

sumber: Lampung Geh

Tag: rumahsakitjiwalampung